Secuil frustasi
“ Kapan kita perlu bertanggung jawab
sama hidup kita sendiri?”
Selalu ada tujuan yang perlu kamu susuri jalannya.
“ Jadi orang tu yang tanggung jawab dong!”
Kata perintah yang seringkali kita dengar dari orang yang dikecewakan oleh oranglain, baik karena lupa submit tugas kelompok ke gdrive sampe gdrivenya dilock, lupa naruh gesper di mana, sampe karena ketauan jalan sama orang lain (buat yang ga jomblo aja nih hehe tapi jangan sampe ya).
Apalagi kira-kira yang bisa memantik keluarnya kalimat perintah tersebut?
Tanggungjawab itu memiliki arti yang banyak dan luas. Katanya tanggungjawab adalah kemampuan manusia bereaksi untuk menentukan keputusan atas sesuatu yang terjadi dan berpikir untuk menemukan jalan keluar terbaik dari permasalahan yang dialami.
Tanggungjawab berarti bisa berpikir jernih soal mau ngapain dan nanti apa akibatnya serta siap buat ngejalanin itu semua. Hidup yang kita miliki adalah tanggung jawab kita sendiri, misalnya kita tidak mengumpulkan tugas ke gdrive malam ini karena “ah nanti aja masih jam 12 malem deadlinenya” tapi ternyata hujan deras di luar sana membuat kamu nyaman dan tertidur pulas hingga bangun pada pukul 7 di keesokan harinya dan akhirnya terlambat, gdrive sudah dikunci oleh kakak asisten. Laporan yang kamu susun sepenuh hati hangus.
Dan tidak mungkin kamu menyalahkan kakak asisten yang menjalankan tugasnya.
Setelah hari itu berlalu kamu berjanji untuk lebih baik lagi keesokan harinya, tapi perubahan memang tidak datang semalam dua pagi. Laporan keduamu telat lagi dikumpulkan.
Sampai pada akhir semester ternyata mata kuliah yang laporannya selalu tidak kamu kumpulkan (karena ketiduran mulu padahal nggak setiap waktu kamu mau ngumpulin laporan ada hujan di luar sana) memperoleh nilai di bawah nilai teman-temanmu. Kamu mengulang mata kuliah ini dan harus membuat laporan dengan data baru di semester susulan nanti.
Waktu, tenaga dan uang semestermu terambil karena kecerobohanmu sendiri.
Kamu mengeluhkan kemampuan oranglain yang memang tidak sepandai kamu tapi mereka lebih bisa menyesuaikan dengan batas waktu dan laporan yang selalu terkumpul.
Akhirnya yang menanggung semuanya ya kamu sendiri.
Setiap hari seseorang selalu belajar, selalu mengalami hal baru. Hal-hal yang tidak menyenangkan hati juga sepertinya bisa tidak diulang-ulang.
Kan hidup seperti roda, yang kalau kamu mau sampai di tujuan akhir, roda juga harus selalu digulirkan.
Memang begitu adanya.
Seperti sekarang semester 5 yang awalnya kamu pikir “ ah biasa saja, kenapa banyak orang ngeluh di akun twitternya?”. Akhirnya di malam jum’at kemarin kamu menangis sambil mendengarkan lagu hingga tertidur berharap besok adalah hari sabtu.
Melelahkan sekali memperjuangkan sesuatu.
Tapi apa yang kamu mulai harus kamu selesaikan. Apa yang menjadi tugasmu harus kamu kerjakan.
Kamu nggak capek sendirian, karena. hehehehehe aku juga capek soalnya.
Tapi kamu punya rasa tanggungjawab, melakukan sesuatu yang harus kamu lakukan.
Untuk dirimu sendiri, untuk selalu belajar dan menghadapi banyak hal dalam hidupmu sampai kamu bisa bilang bahwa kamu baik-baik saja setelah melalui banyak hal sulit.
Untuk keluargamu, untuk ibumu yang selalu memarahimu kalau kamu tidak menghabiskan makananmu, selalu memuji-muji nama anak oranglain di hadapanmu tetapi namamu yang dia sebut-sebut sewaktu arisan dengan tetangga komplek.
Untuk ayahmu yang waktu capek pulang kerja tapi tetep senyum inget anaknya lagi berusaha jadi orang yang cerdas dengan menimba ilmu pengetahuan dan menciduk banyak pengalaman hidup di masa remajanya.
Untuk abangmu yang selalu bilang “ keren juga lo bisa kuliah”
atau adikmu yang bilang “ kak, aku nanti ajarin ya, ada pr matematika.”
Untuk agamamu, yang memerintahkanmu untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya dan menjanjikan derajatmu yang akan naik di mata Tuhan
Untuk masyarakat yang selalu perlu untuk tau sesuatu yang juga kamu ketahui .
Untuk banyak hal kamu ada di tempatmu sekarang, dengan tanggungjawab yang kamu emban.
Kamu tidak pernah memperjuangkan sesuatu sendirian, selalu ada pohon yang akhirnya dapat dijadikan kursi untukmu duduk. Selalu ada pohon yang akhirnya jadi lembaran kertas yang bertulisan ijazah dan bertempelkan fotomu yang sedang tersenyum.
Selalu ada tujuan yang perlu kamu susuri jalannya.

Komentar
Posting Komentar